Jumat, 19 September 2014

KONSEP DASAR METODE PENELITIAN

1. PENGERTIAN PENELITIAN
Penelitian atau reasearch merupakan kegiatan yang menghasilkan suatu karya tulis berdasarkan kenyataan ilmiah. Karya tulis ini diperoleh sebagai hasil kajian kepustakaan maupun penelitian lapangan (klinik dan laboratorium), dilakukan dari penemuan masalah untuk menganalisis atau diolah agar menghasilkan suatu kesimpulan. Penelitian kebidanan merupakan suatu kegiatan penelitian yang membahas masalah kebidanan yang timbul berdasarkan teori ilmiah dan kenyataan objektif sehingga dapat dibuat suatu analisis untuk menghasilkan suatu kesimpulan yang benar dalam menjawab masalah yang sedang dibahas. (A.Aziz Alimul Hidayat, Metode Penelitian & Teknik Analisis Data)

Secara umum penelitian adalah cara yang sistematis untuk menjawab masalah yang sedang diteliti, dengan menggunakan metode ilmiah yang teratur dan tuntas. Menurut Davis (1985) karakteristik suatu metode ilmiah adalah sebagai berikut :
a. Bersifat kritis dan analis. Suatu metode yang menunjukkan adanya proses yang tepat dan benar untuk mengidentifikasi masalah.
b. Bersifat logika. Suatu metode yang digunakan dapat memberikan argumentasi ilmiah. Keismpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan pada bukti-bukti yang tersedia.
c. Bersifat objektif. Metode dapat menghasilkan penyelidikan yang dapat dicontoh oleh ilmuan lain dalam studi dan kondisi yang sama.
d. Bersifat konseptual dan teoritis. Metode yang mengarahkan bahwa proses penelitian yang dijalankan harus memiliki memiliki pengembangan konsep dan struktur teori yang jelas, agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
e. Bersifat empiris. Metode yang dipakai berdasarkan pada kenyataan atau fakta dilapangan.

2. TUJUAN PENELITIAN
Secara umum, penelitian bertujuan untuk mengembangkan ilmu dari berbagai pengetahuan yang telah ada serta adanya fakta dan temuan-temuan baru sehingga dapat disusun sebuah teori, konsep, hokum,kaidah atau metodologi baru yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang ada.
Tujuan khususnya adalah :
a. Ingin membuktikan teori-teori yang sudah ada.
Seiring dengan perjalanan waktu ada banyak penelitian dan teori-teori lama yang nampaknya peril direvisi untuk disesuaikan dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi saat ini. Oleh karena itu, terdapat beberapa orang yang ingin membuktikan apakah hasil penelitian atau teori yang telah ada masih cukup relevan dengan keadaan saat ini, untuk itu seorang peneliti dapat membuktikannya dengan penelitian.
b. Menemukan adanya teori-teori baru atau produk yang baru.
Tujuan ini dilaksanakan karena adanya tuntutan perkembangan zaman atau kebutuhan yang ada. Penemuan teori atau produk yang baru akan memudahkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Selain produk atau teori, penemuan juga dapat berupa cara, teknik atau hasil ilmu pengetahuan lainnya yang dapat dimanfaatkan manusia untuk kehidupannya.
c. Mengembangkan hasil penelitian yang sudah ada.
Tujuan penelitian ini menitikberatkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melaluin pengembangan hasil penelitian yang sedah ada akan dapat mengembangkan apa yang sudah diteliti, seperti penelitian rekayasa.

3. JENIS-JENIS PENELITIAN
Karya tulis ilimiah merupakan karya yang membahas suatu permasalahan ditinjau dari sudut pandang teroi ilmiah, dimana masalah tersebut akan memberikan manfaat bagi kehidupan. Permasalahan tersebut dapat berupa data nyata dari fenomena yang ada.
Karya tulis ilmiah dalam bidang kebidanan dapat berupa naskah berkala, laporan praktik, buku teks, karangan ilmiah popular, dan lain-lain.
a. Naskah berkala (Term Paper)
Naskah berkala (term paper) disebut juga referat yang merupakan laporan dan penyimpulan dari beberapa buku atau sebagian isi dari buku mengenai topic tertentu. Pembuatan kesimpulan dari sisi buku dapat memudahkan seseorang untuk mempelajari permasalahan yang ada di buku secra singkat.
Penulisan naskah berkala ini biasanya diberikan oleh dosen kepada mahasiswa, agar mereka dapat mempelajari sendiri dan mampu merumuskan suatu kesimpulan dari buku untuk kemudian mengambil topic atau masalah utama dari buku yang ada. Nilai keilmiahnya terletak dari masalah-masalah utama yang disimpulkan oleh mahasiswa atau penulis dalam bentuk intisari buku.
b. Laporan praktikum (Field Report)
Laporan praktikum merupakan suatu karangan ilmiah yang ditulis sebagai suatu hasil atau studi praktek pada kasus tertentu. Pada bidang kebidanan, laporan laboratorium dapat digunakan sebagai laporan ilmiah baik dilaboratorium dasar maupun klinik dan laporan tersebut sudah menjadi suatu karya ilmiah. Secara umum laporan praktikum merupakan suatu hasil program penelitian atau pengujian teori-teori yang telah diperoleh sebelumnya dibandingkan dengan kenyataan di dalam praktek sehingga diperoleh beberapa kendala atau hambatan dari kajian teori yang telah ada dengan kenyataan di lapangan.
c. Text Book
Text book merupakan suatu tulisan ilmiah yang memuat prinsip-prinsip,doktrin-doktrin, dalil-dalil,dan hukum-hukum mengenai suatu ilmu pengetahuan tertentu, dan disusun untuk keperluan pendidikan (untuk di ajarkan). Prinsip-prinsip tersebut lebih bersifat universal atau diakui kebenarannya oleh ilmu pengetahuan.
Text book dapat digunakan sebagai rujukan dari beberapa buku atau tulisan karena prinsip dan dalil-dalil yang ada dapat menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan. Text book tersebut memudahkan dosen dan mahasiswa untuk mendalami lebih jauh tentang permasalahan yang di bahas.

4. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Langkah umum metode ilmiah menurut Almack tersebut dapat disederhankan sebagai berikut :
a. Memilih dan / atau mengidentifikasi masalah
Memilih masalah penelitian memang tidak mudah, oleh sebab itu diperlukan pemikiran – pemikiran yang cermat. Untuk mempermudah pemilihan masalah, kita harus banyak membaca buku, baik yang mencakup teori maupun hasil – hasil penelitian lain. Pengalaman – pengalaman lapanganpun sangat membantu dalam pemilihan masalah penelitian .

b. Menetapkan tujuan penelitian
Setelah masalah dipilih (ditetapkan), selanjutnya tujuan penelitian dirumuskan. Tujuan penelitian pada hakikatnya adalah suatu pernyataan tentang informasi (data) apa yang akan digali melalui penelitian tersebut.
c. Studi literature
Untuk memperoleh dukungan teoritis terhadap masalah penelitian yang dipilih, maka peneliti perlu banyak membaca buku literature, baik berupa buku text (teori) maupun hasil penelitian orang lain, majalah, jurnal dan sebagainya. Dari studi literature atau sering juga orang menyebut tinjauan teoritis, akan mempermudah dalam merumuskan kerangka konsep penelitian.
d. Merumuskan kerangka konsep penelitian
Agar memperoleh gambaran secara jelas kearah mana penelitian itu berjalan, atau data apa yang dikumpulkan, perlu dirumuskan kerangka konsep penelitian. Kerangka konsep penelitian pada hakikatnya adalah suatu uraian dan visualisasi konsep – konsep serta variable – variable yang akan diukur (diteliti).
e. Merumuskan hipotesis
Agar analisis penelitian itu terarah, maka perlu dirumuskan hipotesis terlebih dahulu. Hipotesis pada hakikatnya adalah dugaan sementara terhadap terjadinya hubungan variable yang akan diteliti.
f. Merumuskan metode penelitian
Dalam merumuskan metode penelitian ini mencakup jenis dan metode penelitian yang akan digunakan, populasi, dan sampel penelitian, cara atau metode dan alat ukur atau pengumpul data, serta rencana pengolahan dan analisis data.
g. Pengumpulan data
Pengumpulan data dilaksanakan berdasarkan cara dan alat pengumpul data.
h. Mengolah dan menganalisis data
Setelah data terkumpul maka tahap selanjutnya adalah mengolah dan menganalisis data. Pengolahan dan analisis data dapat dilaksanakan secara manual atau dengan bantuan computer.

i. Membuat laporan
Laporan penelitian pada dasarnya adalah penyajian data. Artinya dalam laporan hasil penelitian akan disajikan data hasil penelitian tersebut.

5. IMPLIKASI PENELITIAN DAN ILMU PENGETAHUAN SERTA KAITANNYA DENGAN PERKEMBANGAN IPTEK
Pada dasarnya perkembangan ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan dengan penelitian demikian juga sebaliknya, karna keduanya saling berkaitan. Perkembangan ilmu pengetahuan akan selalu mengikuti hasil dari penelitian terbaru, ini dapat dilihat dengan munculnya ilmu-ilmu pengetahuan baru yang merupakan cabang ilmu pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Contohnya ilmu-ilmu alam yang dahulu memiliki pendekatan secara empiris yng bertujuan mempelajari tentang adanya alam semesta. Berkat adanya penelitian yang kontinu, saat ini telah berkembang menjadi berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu fisika, kimia, kedokteran, biologi, dan lain sebagainya. Sehingga dapat dikatakan, bahwa setiap detik akan selalu berkembang ilmu-ilmu baru.
Hal yang sama juga terjadi pada ilmu social yang sebelumnya melakukan pendekatan secara empiris dan normative dengan mempelajari hubungan antar manusia. Kini, melalui penelitian, ilmu social telah berkembang menjadi banyak cabang, seperti ilmu politik, sosiologi, ekonomi, antropologi, psikologi, dan masih banyak cabang ilmu social yang lain. Selain dua cabang ilmu tersebut, terdapat pula pengetahuan budaya yang perkembangannya menggunakan pendekatan normative. Pedekatan ini digunakan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh peristiwa terhadap budaya yang telah ada, sehingga pengetahuan budaya ini,melalui penelitian dapat berkembang menjadi berbagai ilmu seperti falsafah, hukum, sastra, music, seni, dan lain sebagainya.
Cabang ilmu yang lebih khusus, akan memungkinkan perkembangan teknologi menjadi selalu ada dan terjadi sangat cepat. Semuanya itu merupakan bagian penerapan adanya penelitian. Semuanya karena manusia memiliki akal yang telah dianugrahi oleh Tuhan, sehingga dengan akal yang dimilikinya tersebut manusia dapat memikirkan apa-apa dan mencari jawaban atas berbagai fenomena yang ada di langit dan di bumi.

6. RUANG LINGKUP PENELITIAN KEBIDANAN
Penelitian kebidanan memiliki ruang lingkup yang berbeda dengan penelitian lainnya. Ruang lingkup penelitian kebidanan mencakup kategori sebagaimana tersebut dibawah ini :
1. Kehamilan
Lingkup penelitian ini adalah segala bentuk penelitian yang membahas tentang berbagai masalah-masalah kehamilan, seperti perubahan-perubahan fisiologis atau psikologis yang terjadi selama kehamilan, dampak perubahan tersebut pada ibu, atau keluarga serta masalah lain seperti adanya masalah perdarahan pervagina, hipertensi gravidarum, nyeri perut bawah, nyeri kepala, gerak janin tidak terasa, status gizi ibu hamil, dll.
Contoh : “studi tentang dampak perubahan konsep diri (body image) pada ibu dengan kehamilan pertama yang dirawat dirumah bersalin A”.
2. Persalinan
Lingkup ini membahas tentang berbagai masalah-masalah yang terjadi dalam proses persalinan, seperti cepat atau tidaknya proses persalinan (kala I, II, III dan IV) dan teknik-teknik yang tepat dalam membantu proses persalinan.
Contoh : “Pengaruh kehadiran suami terhadap kecepatan proses persalinan pada ibu yang dirawat dirumah bersalin A”.
3. Nifas (pasca persalinan)
Lingkup ini membahas berbagai masalah dalam nifas, seperti masalah proses laktasi dan menyusui, respon orang tua terhadap bayi baru lahir, perubahan fisiologi dan patologi setelah masa nifas, kebutuhan masa nifas, berbagai masalah yang sering terjadi seperti nyeri, infeksi, prerawatan payudara, perineum, senam nifas, dll
Contoh : “Hubungan antara cara perawatan payudara dengan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu post partum yang dirawat dirumah bersalin A”.
4. Patologi Kebidanan
Lingkup ini membahas berbagai masalah patologi kebidanan, seperti adanya penyakit pada masa kehamilan atau persalinan antara lain ibu hamil dengan penyakit tuberculosis paru, gagal ginjal hipertensi, diabetes, asma atau penyakit infeksi seperti sifilis, toksoplasmosis, hepatitis, atau penyulit lain seperti anemia kehamilan, hiperemesis, abortus, molahidatidosa,preeklamsia, solusio plasenta, plasenta previa, letak lintang dan bendungan ASI, tromboplebitis, dll.
Contoh : “Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya anemia kehamilan pada ibu hamil yang dirawat di rumah berslin A”.
5. Kebidanan Komunitas
Lingkup ini membahas berbagai masalah kebidanan di komunitas seperti kematian ibu dan bayi, kehamilan remaja, unsafe abortion, bayi berat lahir rendah, tingkat kesuburan, pertologan persalinan oleh non kesehatan, perilaku social budaya yang berpengaruh pada masalah kebidanan, dan penyakit menular seksual.
Contoh : “Faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya kematian ibu dan anak yang tinggal di daerah A”.
6. Neonatus, bayi dan balita
Lingkup ini membahas tentang berbagai masalah pada neonates, bayi dan anak balita diantaranya adaptai bayi baru lahir, adanya infeksi, rawat gabung, tumbuh kembang, serta masalah lain, seperti trauma lahir, dan berbagai penyakit pada bayi seperti bercak mongol, hemangioma, ikterik, diaper rush, diare, infeksi, dan lain-lain.
Contoh: “Penentuan status perkembangan anak balita dengan menggunakan DDST II
yang berkunjung di poli tumbuh kembang RS A”
7. Keluarga Berencana
Lingkup ini membahas berbagai masalah yang berkaitan dengan keluarga berencana mulai dari efektivitas penggunaan KB, dampak, cara/metode, konseling, dan lain-lain.
Contoh: “Hubungan antara konseling dengan perilaku dalam pemilihan alat kontrasepsi di Rumah Bersalin A”
8. Kesehatan Reproduksi
Lingkup ini membahas berbagai masalah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, seperti infertilitas, sexual transmitted disease atau penyakit menular seksual, gangguan haid, pelvic inflamantory disease, aborsi, dan penyakit keganasan, kekerasan, perkosaan, pelecehan seksual, single parents, perkawinan usia muda, drug abuse, pekerja seks komersial, dan lain-lain.
Contoh: “Studi tentang perilaku seksual remaja di Kota A”
 Issue Terkini Dalam Asuhan Kehamilan


            Selain hasil penelitian, bidan juga harus mengikuti berbagai issu terkini yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi wanita. Beberapa issu yang berhubungan dengan kehamilan adalah sebagai berikut :
1.      Woman Center Care ( WCC )
Woman Center Care adalah asuhan yang berpusat pada wanita. Dalam pelaksanaan asuhan ini wanita dipandang sebagai manusia secara utuh ( holistik) yang mempunyai hak pilih untuk memelihara kesehatan repsoduksinya.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan wanita di indonesia antara lain sebagai berikut :
1.      Status wanita dalam masyarakat masih rendah
2.      Kesehatan reproduksi, dimana sseorang wanita mengalami hamil, melahirkan serta ifas yang beresiko menyebabkan kematian.
3.      Ketidak mampuan wanita untuk memelihara kesehatannya sendiri akibat pendidikan yang rendah.
4.      Kurangnya modal ( ekonomi ) dalam upaya pemeliharaan kesehatan.
5.      Sosial budaya, ekonomi, pelayanan kesehatan tidak terjangkau, pengetahuan yang rendah.
Upaya yang dilaukan woman center care adalah adanya kontinuitas ( kesinambungan ) dalam pemberian asuhan yang meliputi asuhan yang berkelanjutan  ( berfokus pada ibu ) dan pemberian asuhan yang berkelanjutan
 ( konsep pelayanan kebidana yang terorganisasi ).

2.      Keterlibatan klien dalam perawatan diri sendiri ( self care )
Kesadaran dan tanggung jawab klien terhadap perawatan diri sendiri selama hamil meningkat, klien tidak lagi hanya menerima dan mematuhi  anjuran petugas kesehatan  secara pasif.
Kecenderungan saat ini klien lebih aktif dalam mencari informasi berperan secara aktif dalam perawatan diri dan merubah perilaku untuk mendapatkan outcome kehamilan yang baik.
Perubahan yang nyata terjadi terutama di kota-kota besar dimana klini antenatal care memberikan kursus atau kelas pra-persalinan bagi calon ibu. Kemampuan klien dalam merawat diri sendiri dipandang sangat menguntungkan baik bagi klien ataupun sistem p[elayanan kesehatan karena potensinya dapat menekan biaya perawatan.
Dalam hal pilihan pelayanan yang diterima ibu hamil dapat memilih tenaga profesional yang berkualitas dan dapat dipercaya sesuai dengn tingkat pengetahuan dan kondisi sosio-ekonomi mereka.

3.      Pre-eklampsi dengan edema
Pre-eklampsi dalam kehamilan dijumpai apabila tekanan darah ibu hamil 140/90 mmHg setelah kehamilan 20 minggu atau bisa lebih awal terjadi. Sedangkan eklampsi adalah apabila ditemukan kejang-kejang pada penderita pre-eklampsi, yang juga disertai koma.
Isu mengenai pre-eklampsi dan edema pada ibu hamil sudah cukup luas berkembang sehingga bidan harus senantiasa meningkatkan keilmuannya agar dapat memberikan informasi yang tepat ketika memberikan asuhan  pada ibu hamil.
Dengan variasi tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat maka akan bervariasi pula tanggapan yang akan diberikan dengan adanya isu-isu yang berbeda. Bidan sebagai seorang yang terdekat dengan masyarakat dan dipandang berkompeten dalam hal ini harus dapat menyikapi dengan bijaksana setiap reaksi yang muncul dari masyarakat.
Jika menemukan hal yang negatif maka secepatnya melakukan suatu tindakan, seperti melakukan penyuluhan mengenai pre-eklampsi dan edema selama kehamilan.

4.      ANC pada kehamilan lebih dini
Data statistik pada kunjungan antenatalcare trimester  I menunjukan peningkatan yang signifikan. Hal ini sangat baik memungkinkan profesional kesehatan mendeteksi dii dan segera menangani masalah-masalah yang timbul sejak awal kehamilan. Kesempatan untuk memberika pendidikan kesehatan tentang perubahan perilaku yang diperlukan selama hamil juga lebih lanjut.

5.      Ultrasonografi dalam Kehamilan
Ultrasonografi adalah salah satu metode yang paling berharga untuk mengevaluasi kehamilan. Walaupun dokter, rumah sakit dan perusahaan asuransi ada yang tidak sependapat mengenai kapan ultrasonografi harus dilakukan atau apakah setiap wanita hamil harus mendapatkan pemeriksaan ultrasonografi dalam kehamilan, pemeriksaan ini tetapmasih merupakan alat yang berharga. Ultrasonografi terbukti bermanfaat dalam memperbaiki hasil kehamilan. Pemeriksaan tersebut terbukti non-invasif dan aman. tidak ada risiko yang diketahui.
Manfaat USG kaitannya dengan kehamilan diantaranya:
a.       Membantu mengidentifikasi awal dari kehamilan
b.      Menunjukkan ukuran dan kecepatan pertumbuhan embrio atau janin.
c.       Mengenali adanya dua janin atau lebih.
d.      Mengukur kepala, perut, atau femur janin untuk menentukan usia kehamilan.
e.       Mengenali janin dengan sindrom down.
f.       Mengenali kelainan janin, seperti hidrosefalus dan mikrosefali, dan kelainan organ internal, seperti ginjal atau kandung kemih.
g.      Mengukur jumlah cairan ketuban, yang merupakan tanda dari kesejahteraan janin.
h.      Mengidentifikasi lokasi, ukuran dan kematangan plasenta.
i.        Mengidentifikasi abnormalitas plasenta, seperti kehamilan anggur,dll.
j.        Mengidentifikasi abnormalitas rahim seperti tumor.
k.      Mendeteksi IUD atau plasenta yang tertinggal didalam rahim setelah persalinan.
l.        Membedakan antara keguguran, kehamilan ektopik, dan kehamilan normal.
m.    Dalam hubungan dengan amniosintesis, untuk memilih tempat yang tepat guna untuk menempatkan jarum untuk mengangkat cairan ketuban dari sekitar bayi.          
n.      Mendeteksi gerakan janin.

6.      Mandi Berendam
Ada beberapa wanita yang beranggapan bahwa wanita hamil hanya boleh mandi dibawah air pancuran. Tidak ada alasan medis untuk memilih satu dari yang lain sewaktu hamil. Pada trimester III wanita hamil mungkin perlu lebih berhati-hati bila mandi berendam dari biasanya. Karena keseimbangan sewaktu hamil berubah. Ibu hamil bisa saja terjatuh dan terluka sewaktu masuk atau keluar dari bak mandi. Jika kseimbangan mennjadi masalah maka sebaiknya mandi dibawah air pancuran.

II.2      Evidence Based Dalam Praktik Kehamilan
Salah satu aspek yang harus dipenuhi dalam memberikan asuhan kebidanan yang bertanggung jawab adalah dengan mengacu pada hasil penelitiann yang paling up to date. Hasil penelitian yang didapatkan besrta rekomendasidari  peneliti dijadikan sebagi acuan dalam memberikan pelayanan.
 Beberapa hasil penelitian mengenai ibu hamil antara lain:
1.      Penelitian mengenail ibu hamil dan KB yang dilakukan oleh Dra. Flourisa Julian Sudrajad, M.Kes., dari puslitbang KR-BKKBN tahun 2003 di 10 kabupaten di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, menemukan bahwa :
a.       Sebanyak 45 % wanita tidak tahu  mengenai jenis komplikasi dalam kehamilan.
b.      Sebanyak 83% wanita hamil meemeriksakan kehamilannya di fasilitas kesehatan, cakupan ini lebih rendah dari target PWS-KIA, yaitu 90%.
c.       Cakupan KI ( Kunjungan atau kontak pertama antara wanita hamil trimester I dengan tenaga kesehatan ) sekitar 40-90% target propenas tahun 2010 sebesar 95%.
d.      Cakupan K4 ( Kontak atau kunjungan wanita hamil yang keempat kalinya dengan tenaga kesehatan , dilakukan pada trimester III ) sebesar 40-90%, target propenas tahun 2010, K4 sebanyak 90%.
e.       Lebih dari 50% responden tidak tahu mengenai komplikasi dalam masa persalinan dan nifas.
f.       Hanya 26% cakupan bayi yang mendapat imunisasi lengkap, sedangkan 8% lainnya tidak mendapat imunisasi sama sekali.
g.      Tingkat pengetahuan KB sudah cukup tinggi , yaitu 90%
h.      Sebanyak 18-70% wanita tidak mengetahui bagaimana cara menghindari penyakit AIDS.
2.      Penelitian yang dilakukan oleh Jumirah, dkk, tahun 1998 mnemukan bahwa ibu hamil penderita anemia berat mempunyai resiko 4,2 kali lebih besar  untuk melahirkan bayi dengan bayi berat lahir rendah ( BBLR )
3.      Dari staff pengajar faultas kesehatan masyarakat Universitas Indonesia mengemukakan hasil penelitiannya mengenai pengaruh pemeriksaan kehamilan terhadap pemilihan penolong persalinan, yaitu sebagai berikut :
a.       Ibu hamil yang melakukan ANC minimal empat kali mempunyai peluang dua kali lebih besar untuk memilih  tenaga kesehatan sebagai penolong persalinannya dari pada ibu hamil denganANC kurang dari empat kali.
b.      Ibu hamil yang mendapat konseling pada saat ANC mempunyai peluang 3,7 kali lebih  besar untuk memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan dibandingkan ibu hamil yang tidak mendapatkan konseling.

Praktik kebidanan sekarang lebih didasarkan pada bukti ilmiah hasil penelitian dan pengalaman praktik dari para praktisi dari seluruh penjuru dunia. Praktik berdasarkan penelitian merupakan penggunaan yang sistematik, ilmiah dan eksplisit dari penelitia terbaik saat ini dalam pengambilan keputusan tentang asuhan pasien secara individu.
Hal ini menghasilkan asuhan yang efektif dan tidak selalu memerlukan intervensi. Kajian ulang intervensi secara historis memunculkan asumsi bahwa sebagian besar komplikasi obstetri yang mengancam jiwa bisa diprediksi atau dicegah.
Menurut MNH ( Maternal Neonatal Health ) asuhan antenatal merupakan prosedur rutin yang dilakukan oleh petugas kesehatan ( dokter/bidan/perawat ) dalam membina suatu hubungan dalam proses pelayanan pada ibu hamil untuk persiapan persalinannya.

Sesuai dengan evidence based practice, pemerintah telah menetapkan program kebijakan asuhan kehamilan sebagai berikut:

1.      Kunjungan ANC minimal 4 kali Kunjungan

No
Trimester
Waktu
Alasan perlu kunjungan
1.
Trimester I
Sebelum empat (4) minggu.
1.mendeteksi masalah yang dapat ditanagni sebelum membahayakan jiwa.
2.mencegah masalah, misal : tetanus neonatal, anemia, dan kebiasaan tradisional yang berbahaya.
3.membangun hubungan saling percaya .
4. memulai persiapan kelahiran dan kesiapan mengahdapi komplikasi
5.mendorong perilaku sehat ( nutrisi, kebersihan, olahraga, istirahat, seks, dll)
2.
Trimester 2
14-28 minggu
Sama sengan trimester I , ditambah : kewaspadaan khusus terhadap hipertesi kehamilan ( deteksi gejala pre-eklampsi, pantau tekanan darah, evaluasi edema, proteinuria ).
3.
Trimester 3
I.28-36 minggu

II.>36 minggu
-sama dengan trimester sebelumnya ditambah deteksi kehamilan ganda.
-sama dengan trimester sebelumnya, ditambah kelainan letak atau kondisi yang memerlukan persalinan di rumah sakit

2.      Pemberian suplemen mikronutrien

Tablet yang mengandung FeSO4, 320 mg ( setara dengan zat besi 60 mg ) dan asam folat 500 gr. Sebanyak 1 tablet per hari segera setelah rasa mual hilang. Pemberian selama 90 hari ( 3 bulan ). Ibu hamil harus dinasehati agar tidak meminumnya bersama dengan teh/ kopi agar tidak mengganggu penyerapannya.
Berdasarkan penelitian yang ada, suplemen mikronutrien berguna untuk mengurangi angka kesakitan ( morbiditas ) dan kematian ( mortalitas ) ibu hamil secara langsung yakni dengan mengobati penyakit pada kehamilan atau secara tidak langsung dengan menurunkan risiko komplikasi saat kehamilan dan persalinan.

3.      Imunisasi TT 0,5 cc
Imunisasi adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya untuk pencegahan ter hadap infeksi tetanus. Vaksin tetanus yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan.
TT
Interval
Lama Perlindungan
% Perlindungan
TT 1
Kunjungan ANC pertama
-
-
TT 2
4 minggu setelah TT 1
3 tahun
80%
TT 3
6 Bulan betelan TT 2
5 tahun
95%
TT 4
1 Tahun setelah TT 3
10 tahun
99%
TT 5
1 Tahun setelah TT 4
25 tahun / seumur hidup
99%

                  http://www.jhuccp.org/mmc/db_images/imagebas/INO37.JPG


4.      10 T dalam pemeriksaan kehamilan dan 4 Terlalu
Pada pemeriksaan kehamilan bidan wajib memeriksa dan memberikan 10 T  ( Depker RI, 2009 ) yaitu:
a.       Timbang berat badan dan ukur tinggi badan
b.      Tablet Fe
c.       Tekanan darah
d.      Tetanus Toksoid ( suntik TT )
e.       Tentukan status gizi ( mengukur LILA )
f.       Tinggi Fundus Uteri
g.      Tentukan presentasi Janin dan DJJ
h.      Temu wicara
i.        Tes PMS
j.        Tes Laboratorium
Bidan juga harus melakukan konseling pada saat kehamilan atau mengadakan
penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya 4 terlalu, yaitu:
a.               Terlalu muda
Dimana ibu hamil dengan usia terlalu tua atau kurang dari 20 tahun
b.         Terlalu sering hamil
Ibu yang hamil dengan jarak tiap anak kurang dari 2 tahun.
c.               Terlalu banyak anak
Ibu hamil dengan jumlah anak lebih dari 4 anak,
d.           Terlalu tua hamil
Ibu hamil dengan usia saat kehamilan lebih dari 35 tahun.
4 terlalu dapat mengakibatkan komplikasi pada kehamilan, seperti cacat pada janin, perdarahan, bahkan sampai kematian ibu dan janin (Manuaba, 2010).
5.      Perkiraan hemoglobin pada kehamilan

Dalam kehamilan normal akan terjadi penurunan kadar hemoglobin. Kadar Hb terendah terjadi sekitar pada umur kehamilan 30 minggu. Oleh karena itu pemeriksaan Hb harus dilakukan pada kehamilan dini untuk melihat data awal, lalu diulang pada sekitar 30 minggu. Untuk saat ini anemia dalam kehamilan di Indonesia ditetapkan dengan kadar Hb <11g%. Pada Trimester I dan III atau Hb <10,5g% pada trimester II.
Apabila hanya terjadi anemia ringan, sebab yang paling sering adalah difisiensi zat besi dan dapat diobati secara efektif dengan suplementasi besi 60 mg/hari elemental besi dan 50µg asam folat untuk profilaksi anemia. Program Kemenkes RI memberikan 90 tablet bsi selama 3 bulan.
Semua ibu hamil yang dapat suplementasi besi harus menghindari tembakau, teh dan kopi serta dipastikan mereka mengonsumsi makanan kaya protein dan vitamin C.

6.      Perkiraan Tinggi Fundus Uteri
.
Pengukuran Tinggi Fundus UteriTinggi fundus uteri adalah tinggi puncak tertinggi rahim sesuai usia kehamilan. Biasanya pengukuran inidilakukan saat pemeriksaan abdomen ibu hamil tepatnya saat melakukan Leopold 1. Dari pengukuranTFU dapat diketahui taksiran usia gestasi dan taksiran berat badan janin. Pengukuran TFU menggunakan jari pemeriksa sebagai alat ukurnya, namun kelemahannya tiap orang memiliki ukuran jari yang berbeda.TFU lebih baik diukur menggunakan metylen dengan satuan cm, ujung metylen ditempelkan padasimfisis pubis sedangkan ujung lain ditempelkan di puncak rahim.

a.       TFU untuk mengetahui tafsiran usia kehamilan (UK).

Jika Fundus belum melewati pusat : UK (minggu) = Hasil ukur + 4
Jika Fundus sudah melewati pusat : UK (minggu ) = hasil ukur + 6

b.      TFU untuk taksiran Berat Badan Janin.

TBJ ( gram ) =  (TFU – 12) X 155 gram

Terdapat variasi yang lebar antara operator yang melakukan pengukuran TFU dengan cara tradisional ( jari tangan ).
Menggunakan pita ukur untuk mengukur jarak antara tepi atas simpisis pubis dengan fundus uteri dalam centimeter adalah metoda yang dapat diandalkan untuk memperkirakan TFU.
Jarak tersebut ( dalam cm ) sesuai dengan umur kehamilan ( dalam minggu ) setelah umur kehamilan 24 minggu.


http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT4L6BtfCApJ9xmybNPj4fBM2IFgD4sCEcafrqODkPkvEGcZ2iC

7.      Hipotensi Pada Saat Berbaring Terlentang.

Posisi terlentang mempengaruhi fisiologi ibu dan janin. Setiap ibu hamil hendaknya menghindari posisi terlentang terutama pada kehamilan lanjut. Hal ini disebabkan karena apabila berbaring terlentang akan terjadi penekanan oleh uterus pada vena pelvis major dan vena cava inferior yang akan mengurangu sirkulasi darah  ke jantung bagian kanan dan akan mengakibatkan pengaliran oksigen ke otak dan akan mengakibatkan pingsan.
Keadaan tersebut lebih terkenal dengan supine hypotensif syndrome yang dapat mengakibatkan denyut jantung janin ( DJJ ) abnormal. Namun apabila posisi terlentang dibutuhkan maka dianjurkan untuk meletakkan bantal kecil dibawah sisi kiri punggung bawah.
Secara ringkas penelitian menunjukan hasil:
1.      Posisi terlentag mempengaruhi fisiologi ibu dan janin.
2.      Setiap ibu hamil hendaknya menghindari posisi terlentang terutama pada kehamilan lanjut.
3.      Bila posisi terlentang dibutuhkan maka dianjurkan untuk meletakkan bantal kecil dibawah sisi kiri punggung bawah.

8.      Pentingnya Deteksi Penyakit Bukan Penilaian/Pendekatan Risiko.

Pendekatan risiko yang mempunyai rasionalisasi bahwa asuhan antenatal adalah melakukan screening untuk memprediksi faktor-faktor  resiko untuk memprediksi suatu penyakit, tetapi berdasarkan hasil study di Zaire membuktikan bahwa 71% persalinan macet tidak bisa diprediksi , 90% ibu yang diidentifikasi beresiko tidak pernah mengalami komplikasi dan 88% dari wanita yang mengalami perdarahan pasca persalinan tidak memiliki riwayat yang prediktif.
Pendekatan risiko mempunyai nila prediksi lebih buruk, oleh karena itu tidak dapat membedakan mereka yang akan mengalami dan yang mengalami komplikasi, juga keamanan palsu oleh karena banyak ibu yang dimasukan dalam risiko rendah mengalami komplikasi, namun mereka tidak pernah mendapat informasi mengenai komplikasi kehamilan dan cara penanganannya. Bila terpaku pada ibu rrisiko tinggi makan pelayanan kehamilan ( pada wanita hamil ) yang sebetulnya bisa berisiko akan terabaikan.
Dapat dikatakan bahwa wanita hamil mempunyai risiko untuk mengalami komplikasi dan haruus mempunyai akses terhadap asuhan ibu bersalin yang berkualitas. Bahkan wanita yang digolongkan dalam risiko rendah bisa saja mengalami komplikasi.
Jadi pendekatan risiko bukan merupakan strategi yang efisien ataupun efektif untuk menurunkan angka mortalitas ibu karena:
a.       Faktor risiko tidak dapat memperkirakan komplikasi, biasanya bukan penyebab langsung terjadinya komplikasi.
b.      Apa yang akan anda lakukan bila megidentifikasi pasien beresiko tinggi dan apa yang harus dilakukan pada pasien dengan risiko rendah?
c.       Mortalitas ibu relatif rendah pada populasi yang beresiko ( semua wanita usia subur ). Faktir risiko secara relatif adalah umum pada populasi yang sama, faktir risiko tersebut bukan merupakan indikator yang baik dimana para ibu mungkin akan mengalami komplikasi.
d.      Mayoritas ibu yang mengalami komplikasi dianggap berisiko rendah, sebagian besar ibu yang dianggap berisiko rendah melahirkan bayinya tanpa komplikasi.
e.       Setiap wanita hamil berisiko mengalami komplikasi dan harus mempunyai akses terhadap asuhan ibu bersalin yang berkualitas , sehingga pendekatan risiko tidak efektif.
f.       Bahkan wanita berisiko rendah pun  bisa mengalami komplikasi.
g.      Tidak ada jumlah penapisan yang bisa membedakan wanita mana yang akan membutuhkan asuhan kegawatdaruratan dan mana yang tidak memerluka asuhan tersebut.

Atas dasar itu dianjurkan untuk memberikan intervensi yang berorientasi pada tujuan yang akan memberikan kerangkan asuhan antenatal yang efektif meliputi:
a.       Deteksi dini penyakit
b.      Konseling dan promosi kesehatan
c.       Persiapan persalinan
d.      Kesiagaan menghadapi komplikasi
Permasalahan dengan pendekatan risiko meliputi:
1.      Mempunyai nilai prediksi yang buruk dan tidak bisa membedakan ibu yang akan mengalami komplikasi dan mana yang tidak.
2.      Memakai sumber daya yang jarang didapat-anyak ibu yang dimasukan dalam kelompok “risiko tinggi” tidak pernah mengalami komplikasi tetapi memakai sumber daya yang jarang didapat.
3.      Keamanan palsu, banyak ibu yang dimasukan dalam kelompok “risiko rendah “ mengalami komplikasi tapi tidak pernah diberi tahu bagaimana cara mengetahui atau cara menangani komplikasi tersebut.
4.      Sumber daya dialihkan jauh dari perbaikan pelayanan untuk semua ibu.