KONSEP DASAR METODE PENELITIAN
1. PENGERTIAN PENELITIAN
Penelitian atau reasearch merupakan kegiatan yang menghasilkan suatu karya tulis berdasarkan kenyataan ilmiah. Karya tulis ini diperoleh sebagai hasil kajian kepustakaan maupun penelitian lapangan (klinik dan laboratorium), dilakukan dari penemuan masalah untuk menganalisis atau diolah agar menghasilkan suatu kesimpulan. Penelitian kebidanan merupakan suatu kegiatan penelitian yang membahas masalah kebidanan yang timbul berdasarkan teori ilmiah dan kenyataan objektif sehingga dapat dibuat suatu analisis untuk menghasilkan suatu kesimpulan yang benar dalam menjawab masalah yang sedang dibahas. (A.Aziz Alimul Hidayat, Metode Penelitian & Teknik Analisis Data)
Secara umum penelitian adalah cara yang sistematis untuk menjawab masalah yang sedang diteliti, dengan menggunakan metode ilmiah yang teratur dan tuntas. Menurut Davis (1985) karakteristik suatu metode ilmiah adalah sebagai berikut :
a. Bersifat kritis dan analis. Suatu metode yang menunjukkan adanya proses yang tepat dan benar untuk mengidentifikasi masalah.
b. Bersifat logika. Suatu metode yang digunakan dapat memberikan argumentasi ilmiah. Keismpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan pada bukti-bukti yang tersedia.
c. Bersifat objektif. Metode dapat menghasilkan penyelidikan yang dapat dicontoh oleh ilmuan lain dalam studi dan kondisi yang sama.
d. Bersifat konseptual dan teoritis. Metode yang mengarahkan bahwa proses penelitian yang dijalankan harus memiliki memiliki pengembangan konsep dan struktur teori yang jelas, agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
e. Bersifat empiris. Metode yang dipakai berdasarkan pada kenyataan atau fakta dilapangan.
2. TUJUAN PENELITIAN
Secara umum, penelitian bertujuan untuk mengembangkan ilmu dari berbagai pengetahuan yang telah ada serta adanya fakta dan temuan-temuan baru sehingga dapat disusun sebuah teori, konsep, hokum,kaidah atau metodologi baru yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang ada.
Tujuan khususnya adalah :
a. Ingin membuktikan teori-teori yang sudah ada.
Seiring dengan perjalanan waktu ada banyak penelitian dan teori-teori lama yang nampaknya peril direvisi untuk disesuaikan dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi saat ini. Oleh karena itu, terdapat beberapa orang yang ingin membuktikan apakah hasil penelitian atau teori yang telah ada masih cukup relevan dengan keadaan saat ini, untuk itu seorang peneliti dapat membuktikannya dengan penelitian.
b. Menemukan adanya teori-teori baru atau produk yang baru.
Tujuan ini dilaksanakan karena adanya tuntutan perkembangan zaman atau kebutuhan yang ada. Penemuan teori atau produk yang baru akan memudahkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Selain produk atau teori, penemuan juga dapat berupa cara, teknik atau hasil ilmu pengetahuan lainnya yang dapat dimanfaatkan manusia untuk kehidupannya.
c. Mengembangkan hasil penelitian yang sudah ada.
Tujuan penelitian ini menitikberatkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melaluin pengembangan hasil penelitian yang sedah ada akan dapat mengembangkan apa yang sudah diteliti, seperti penelitian rekayasa.
3. JENIS-JENIS PENELITIAN
Karya tulis ilimiah merupakan karya yang membahas suatu permasalahan ditinjau dari sudut pandang teroi ilmiah, dimana masalah tersebut akan memberikan manfaat bagi kehidupan. Permasalahan tersebut dapat berupa data nyata dari fenomena yang ada.
Karya tulis ilmiah dalam bidang kebidanan dapat berupa naskah berkala, laporan praktik, buku teks, karangan ilmiah popular, dan lain-lain.
a. Naskah berkala (Term Paper)
Naskah berkala (term paper) disebut juga referat yang merupakan laporan dan penyimpulan dari beberapa buku atau sebagian isi dari buku mengenai topic tertentu. Pembuatan kesimpulan dari sisi buku dapat memudahkan seseorang untuk mempelajari permasalahan yang ada di buku secra singkat.
Penulisan naskah berkala ini biasanya diberikan oleh dosen kepada mahasiswa, agar mereka dapat mempelajari sendiri dan mampu merumuskan suatu kesimpulan dari buku untuk kemudian mengambil topic atau masalah utama dari buku yang ada. Nilai keilmiahnya terletak dari masalah-masalah utama yang disimpulkan oleh mahasiswa atau penulis dalam bentuk intisari buku.
b. Laporan praktikum (Field Report)
Laporan praktikum merupakan suatu karangan ilmiah yang ditulis sebagai suatu hasil atau studi praktek pada kasus tertentu. Pada bidang kebidanan, laporan laboratorium dapat digunakan sebagai laporan ilmiah baik dilaboratorium dasar maupun klinik dan laporan tersebut sudah menjadi suatu karya ilmiah. Secara umum laporan praktikum merupakan suatu hasil program penelitian atau pengujian teori-teori yang telah diperoleh sebelumnya dibandingkan dengan kenyataan di dalam praktek sehingga diperoleh beberapa kendala atau hambatan dari kajian teori yang telah ada dengan kenyataan di lapangan.
c. Text Book
Text book merupakan suatu tulisan ilmiah yang memuat prinsip-prinsip,doktrin-doktrin, dalil-dalil,dan hukum-hukum mengenai suatu ilmu pengetahuan tertentu, dan disusun untuk keperluan pendidikan (untuk di ajarkan). Prinsip-prinsip tersebut lebih bersifat universal atau diakui kebenarannya oleh ilmu pengetahuan.
Text book dapat digunakan sebagai rujukan dari beberapa buku atau tulisan karena prinsip dan dalil-dalil yang ada dapat menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan. Text book tersebut memudahkan dosen dan mahasiswa untuk mendalami lebih jauh tentang permasalahan yang di bahas.
4. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Langkah umum metode ilmiah menurut Almack tersebut dapat disederhankan sebagai berikut :
a. Memilih dan / atau mengidentifikasi masalah
Memilih masalah penelitian memang tidak mudah, oleh sebab itu diperlukan pemikiran – pemikiran yang cermat. Untuk mempermudah pemilihan masalah, kita harus banyak membaca buku, baik yang mencakup teori maupun hasil – hasil penelitian lain. Pengalaman – pengalaman lapanganpun sangat membantu dalam pemilihan masalah penelitian .
b. Menetapkan tujuan penelitian
Setelah masalah dipilih (ditetapkan), selanjutnya tujuan penelitian dirumuskan. Tujuan penelitian pada hakikatnya adalah suatu pernyataan tentang informasi (data) apa yang akan digali melalui penelitian tersebut.
c. Studi literature
Untuk memperoleh dukungan teoritis terhadap masalah penelitian yang dipilih, maka peneliti perlu banyak membaca buku literature, baik berupa buku text (teori) maupun hasil penelitian orang lain, majalah, jurnal dan sebagainya. Dari studi literature atau sering juga orang menyebut tinjauan teoritis, akan mempermudah dalam merumuskan kerangka konsep penelitian.
d. Merumuskan kerangka konsep penelitian
Agar memperoleh gambaran secara jelas kearah mana penelitian itu berjalan, atau data apa yang dikumpulkan, perlu dirumuskan kerangka konsep penelitian. Kerangka konsep penelitian pada hakikatnya adalah suatu uraian dan visualisasi konsep – konsep serta variable – variable yang akan diukur (diteliti).
e. Merumuskan hipotesis
Agar analisis penelitian itu terarah, maka perlu dirumuskan hipotesis terlebih dahulu. Hipotesis pada hakikatnya adalah dugaan sementara terhadap terjadinya hubungan variable yang akan diteliti.
f. Merumuskan metode penelitian
Dalam merumuskan metode penelitian ini mencakup jenis dan metode penelitian yang akan digunakan, populasi, dan sampel penelitian, cara atau metode dan alat ukur atau pengumpul data, serta rencana pengolahan dan analisis data.
g. Pengumpulan data
Pengumpulan data dilaksanakan berdasarkan cara dan alat pengumpul data.
h. Mengolah dan menganalisis data
Setelah data terkumpul maka tahap selanjutnya adalah mengolah dan menganalisis data. Pengolahan dan analisis data dapat dilaksanakan secara manual atau dengan bantuan computer.
i. Membuat laporan
Laporan penelitian pada dasarnya adalah penyajian data. Artinya dalam laporan hasil penelitian akan disajikan data hasil penelitian tersebut.
5. IMPLIKASI PENELITIAN DAN ILMU PENGETAHUAN SERTA KAITANNYA DENGAN PERKEMBANGAN IPTEK
Pada dasarnya perkembangan ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan dengan penelitian demikian juga sebaliknya, karna keduanya saling berkaitan. Perkembangan ilmu pengetahuan akan selalu mengikuti hasil dari penelitian terbaru, ini dapat dilihat dengan munculnya ilmu-ilmu pengetahuan baru yang merupakan cabang ilmu pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Contohnya ilmu-ilmu alam yang dahulu memiliki pendekatan secara empiris yng bertujuan mempelajari tentang adanya alam semesta. Berkat adanya penelitian yang kontinu, saat ini telah berkembang menjadi berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu fisika, kimia, kedokteran, biologi, dan lain sebagainya. Sehingga dapat dikatakan, bahwa setiap detik akan selalu berkembang ilmu-ilmu baru.
Hal yang sama juga terjadi pada ilmu social yang sebelumnya melakukan pendekatan secara empiris dan normative dengan mempelajari hubungan antar manusia. Kini, melalui penelitian, ilmu social telah berkembang menjadi banyak cabang, seperti ilmu politik, sosiologi, ekonomi, antropologi, psikologi, dan masih banyak cabang ilmu social yang lain. Selain dua cabang ilmu tersebut, terdapat pula pengetahuan budaya yang perkembangannya menggunakan pendekatan normative. Pedekatan ini digunakan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh peristiwa terhadap budaya yang telah ada, sehingga pengetahuan budaya ini,melalui penelitian dapat berkembang menjadi berbagai ilmu seperti falsafah, hukum, sastra, music, seni, dan lain sebagainya.
Cabang ilmu yang lebih khusus, akan memungkinkan perkembangan teknologi menjadi selalu ada dan terjadi sangat cepat. Semuanya itu merupakan bagian penerapan adanya penelitian. Semuanya karena manusia memiliki akal yang telah dianugrahi oleh Tuhan, sehingga dengan akal yang dimilikinya tersebut manusia dapat memikirkan apa-apa dan mencari jawaban atas berbagai fenomena yang ada di langit dan di bumi.
6. RUANG LINGKUP PENELITIAN KEBIDANAN
Penelitian kebidanan memiliki ruang lingkup yang berbeda dengan penelitian lainnya. Ruang lingkup penelitian kebidanan mencakup kategori sebagaimana tersebut dibawah ini :
1. Kehamilan
Lingkup penelitian ini adalah segala bentuk penelitian yang membahas tentang berbagai masalah-masalah kehamilan, seperti perubahan-perubahan fisiologis atau psikologis yang terjadi selama kehamilan, dampak perubahan tersebut pada ibu, atau keluarga serta masalah lain seperti adanya masalah perdarahan pervagina, hipertensi gravidarum, nyeri perut bawah, nyeri kepala, gerak janin tidak terasa, status gizi ibu hamil, dll.
Contoh : “studi tentang dampak perubahan konsep diri (body image) pada ibu dengan kehamilan pertama yang dirawat dirumah bersalin A”.
2. Persalinan
Lingkup ini membahas tentang berbagai masalah-masalah yang terjadi dalam proses persalinan, seperti cepat atau tidaknya proses persalinan (kala I, II, III dan IV) dan teknik-teknik yang tepat dalam membantu proses persalinan.
Contoh : “Pengaruh kehadiran suami terhadap kecepatan proses persalinan pada ibu yang dirawat dirumah bersalin A”.
3. Nifas (pasca persalinan)
Lingkup ini membahas berbagai masalah dalam nifas, seperti masalah proses laktasi dan menyusui, respon orang tua terhadap bayi baru lahir, perubahan fisiologi dan patologi setelah masa nifas, kebutuhan masa nifas, berbagai masalah yang sering terjadi seperti nyeri, infeksi, prerawatan payudara, perineum, senam nifas, dll
Contoh : “Hubungan antara cara perawatan payudara dengan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu post partum yang dirawat dirumah bersalin A”.
4. Patologi Kebidanan
Lingkup ini membahas berbagai masalah patologi kebidanan, seperti adanya penyakit pada masa kehamilan atau persalinan antara lain ibu hamil dengan penyakit tuberculosis paru, gagal ginjal hipertensi, diabetes, asma atau penyakit infeksi seperti sifilis, toksoplasmosis, hepatitis, atau penyulit lain seperti anemia kehamilan, hiperemesis, abortus, molahidatidosa,preeklamsia, solusio plasenta, plasenta previa, letak lintang dan bendungan ASI, tromboplebitis, dll.
Contoh : “Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya anemia kehamilan pada ibu hamil yang dirawat di rumah berslin A”.
5. Kebidanan Komunitas
Lingkup ini membahas berbagai masalah kebidanan di komunitas seperti kematian ibu dan bayi, kehamilan remaja, unsafe abortion, bayi berat lahir rendah, tingkat kesuburan, pertologan persalinan oleh non kesehatan, perilaku social budaya yang berpengaruh pada masalah kebidanan, dan penyakit menular seksual.
Contoh : “Faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya kematian ibu dan anak yang tinggal di daerah A”.
6. Neonatus, bayi dan balita
Lingkup ini membahas tentang berbagai masalah pada neonates, bayi dan anak balita diantaranya adaptai bayi baru lahir, adanya infeksi, rawat gabung, tumbuh kembang, serta masalah lain, seperti trauma lahir, dan berbagai penyakit pada bayi seperti bercak mongol, hemangioma, ikterik, diaper rush, diare, infeksi, dan lain-lain.
Contoh: “Penentuan status perkembangan anak balita dengan menggunakan DDST II
yang berkunjung di poli tumbuh kembang RS A”
7. Keluarga Berencana
Lingkup ini membahas berbagai masalah yang berkaitan dengan keluarga berencana mulai dari efektivitas penggunaan KB, dampak, cara/metode, konseling, dan lain-lain.
Contoh: “Hubungan antara konseling dengan perilaku dalam pemilihan alat kontrasepsi di Rumah Bersalin A”
8. Kesehatan Reproduksi
Lingkup ini membahas berbagai masalah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, seperti infertilitas, sexual transmitted disease atau penyakit menular seksual, gangguan haid, pelvic inflamantory disease, aborsi, dan penyakit keganasan, kekerasan, perkosaan, pelecehan seksual, single parents, perkawinan usia muda, drug abuse, pekerja seks komersial, dan lain-lain.
Contoh: “Studi tentang perilaku seksual remaja di Kota A”

